Mahasiswa Asing Pelajari Seni Membatik di FKIP Univet Bantara

SUKOHARJO – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menjadi ruang pembelajaran lintas budaya bagi mahasiswa asing melalui kegiatan pembelajaran seni membatik, sebagai bagian dari program pengenalan budaya Indonesia.
Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah mahasiswa asing dari berbagai negara yang antusias mempelajari proses membatik secara langsung, mulai dari pengenalan motif tradisional, teknik mencanting, hingga pewarnaan kain. Pembelajaran berlangsung interaktif dengan pendampingan dosen dan mahasiswa FKIP Univet Bantara.
Dekan FKIP Univet Bantara, Dr. Pranichayudha Rohsulina, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata peran FKIP dalam mendukung internasionalisasi kampus melalui pendekatan budaya dan pendidikan.

“Batik bukan sekadar karya seni, tetapi sarat nilai filosofis, karakter, dan kearifan lokal. Melalui kegiatan ini, mahasiswa asing tidak hanya belajar teknik membatik, tetapi juga memahami nilai-nilai budaya Indonesia yang dapat menjadi jembatan pembelajaran lintas bangsa,” jelasnya.
Menurutnya, FKIP memiliki tanggung jawab strategis dalam mengenalkan budaya Nusantara sebagai bagian dari pendidikan karakter, sekaligus memperkuat citra Univet Bantara sebagai kampus yang terbuka dan ramah terhadap mahasiswa internasional.
Para mahasiswa asing tampak antusias saat mencoba menggunakan canting dan malam untuk pertama kalinya. Mereka juga aktif bertanya mengenai makna motif batik serta keterkaitannya dengan nilai sosial dan filosofi masyarakat Jawa.
Kegiatan belajar membatik ini diharapkan dapat memberikan pengalaman cultural immersion yang berkesan bagi mahasiswa asing, sekaligus menjadi media diplomasi budaya melalui dunia pendidikan. FKIP Univet Bantara berkomitmen untuk terus mengembangkan pembelajaran berbasis kearifan lokal yang adaptif terhadap konteks global.

Leave a Comment